Senin, 18 September 2017

dongeng

Cerita Rakyat Sumatera Barat : Cerita Dongeng Malin Kundang

Pada zaman dahulu di sebuah perkampungan nelayan Pantai Air Manis di daerah Padang, Sumatera Barat hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Malin Kundang. Mande Rubayah amat menyayangi dan memanjakan Malin Kundang. Malin adalah seorang anak yang rajin dan penurut.
Mande Rubayah sudah tua, ia hanya mampu bekerja sebagai penjual kue untuk mencupi kebutuhan ia dan anak tunggalnya. Suatu hari, Malin jatuh-sakit. Sakit yang amat keras, nyawanya hampir melayang namun akhirnya ia dapat diseiamatkan-berkat usaha keras ibunya. Setelah sembuh dari sakitnya ia semakin disayang. Mereka adalah ibu dan anak yang saling menyayangi. Kini, Malin sudah dewasa ia meminta izin kepada ibunya untuk pergi merantau ke kota, karena saat itu sedang ada kapal besar merapat di Pantai Air Manis.
“Jangan Malin, ibu takut terjadi sesuatu denganmu di tanah rantau sana. Menetaplah saja di sini, temani ibu,” ucap ibunya sedih setelah mendengar keinginan Malin yang ingin merantau.
“Ibu tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa denganku,” kata Malin sambil menggenggam tangan ibunya. “Ini kesempatan Bu, kerena belum tentu setahun sekali ada kapal besar merapat di pantai ini. Aku ingin mengubah nasib kita Bu, izinkanlah” pinta Malin memohon.
“Baiklah, ibu izinkan. Cepatlah kembali, ibu akan selalu menunggumu Nak,” kata ibunya sambil menangis. Meski dengan berat hati akhirnya Mande Rubayah mengizinkan anaknya pergi. Kemudian Malin dibekali dengan nasi berbungkus daun pisang sebanyak tujuh bungkus, “Untuk bekalmu di perjalanan,” katanya sambil menyerahkannya pada Malin. Setelah itu berangkatiah Malin Kundang ke tanah rantau meninggalkan ibunya sendirian.
Hari-hari terus berlalu, hari yang terasa lambat bagi Mande Rubayah. Setiap pagi dan sore Mande Rubayah memandang ke laut, “Sudah sampai manakah kamu berlayar Nak?” tanyanya dalam hati sambil terus memandang laut. la selalu mendo’akan anaknya agar selalu selamat dan cepat kembali.
Beberapa waktu kemudian jika ada kapal yang datang merapat ia selalu menanyakan kabar tentang anaknya. “Apakah kalian melihat anakku, Malin? Apakah dia baik-baik saja? Kapan ia pulang?” tanyanya. Namun setiap ia bertanya pada awak kapal atau nahkoda tidak pernah mendapatkan jawaban. Malin tidak pernah menitipkan barang atau pesan apapun kepada ibunya.
Bertahun-tahun Mande Rubayah terus bertanya namun tak pernah ada jawaban hingga tubuhnya semakin tua, kini ia jalannya mulai terbungkuk-bungkuk. Pada suatu hari Mande Rubayah mendapat kabar dari nakhoda dulu membawa Malin, nahkoda itu memberi kabar bahagia pada Mande Rubayah.
“Mande, tahukah kau, anakmu kini telah menikah dengan gadis cantik, putri seorang bangsawan yang sangat kaya raya,” ucapnya saat itu.
Cerita Dongeng Malin Kundang
Cerita Dongeng Malin Kundang
Mande Rubayah amat gembira mendengar hal itu, ia selalu berdoa agar anaknya selamat dan segera kembali menjenguknya, sinar keceriaan mulai mengampirinya kembali. Namun hingga berbulan-bulan semenjak ia menerima kabar Malin dari nahkoda itu, Malin tak kunjung kembali untuk menengoknya.
“Malin cepatlah pulang kemari Nak, ibu sudah tua Malin, kapan kau pulang…,” rintihnya pilu setiap malam. Ia yakin anaknya pasti datang. Benar saja tak berapa lama kemudian di suatu hari yang cerah dari kejauhan tampak sebuah kapal yang megah nan indah berlayar menuju pantai. Orang kampung berkumpul, mereka mengira kapal itu milik seorang sultan atau seorang pangeran. Mereka menyambutnya dengan gembira.
Ketika kapal itu mulai merapat, terlihat sepasang anak muda berdiri di anjungan. Pakaian mereka berkiiauan terkena sinar matahari. Wajah mereka cerah dihiasi senyum karena bahagia disambut dengan meriah. Mande Rubayah juga ikut berdesakan mendekati kapal. Jantungnya berdebar keras saat melihat lelaki muda yang berada di kapal itu, ia sangat yakin sekali bahwa lelaki muda itu adalah anaknya, Malin Kundang. Belum sempat para sesepuh kampung menyambut, Ibu Malin terlebih dahulu menghampiri Malin. la langsung memeluknya erat, ia takut kehilangan anaknya lagi.
“Malin, anakku. Kau benar anakku kan?” katanya menahan isak tangis karena gembira, “Mengapa begitu lamanya kau tidak memberi kabar?”
Malin terkejut karena dipeluk wanita tua renta yang berpakaian compang—camping itu. Ia tak percaya bahwa wanita itu adalah ibunya. Sebelum dia sempat berpikir berbicara, istrinya yang cantik itu meludah sambil berkata, “Wanita jelek inikah ibumu? Mengapa dahulu kau bohong padaku!” ucapnya sinis, “Bukankah dulu kau katakan bahwa ibumu adalah seorang bangsawan yang sederajat denganku?!”
Mendengar kata-kata pedas istrinya, Malin Kundang langsung mendorong ibunya hingga terguling ke pasir, “Wanita gila! Aku bukan anakmu!” ucapnya kasar.
Mande Rubayah tidak percaya akan perilaku anaknya, ia jatuh terduduk sambil berkata, “Malin, Malin, anakku. Aku ini ibumu, Nak! Mengapa kau jadi seperti ini Nak?!” Malin Kundang tidak memperdulikan perkataan ibunya. Dia tidak akan mengakui ibunya. la malu kepada istrinya. Melihat wanita itu beringsut hendak memeluk kakinya, Malin menendangnya sambil berkata, “Hai, wanita gila! lbuku tidak seperti engkau! Melarat dan kotor!” Wanita tua itu terkapar di pasir, menangis, dan sakit hati.
cerita dongeng legenda malin kundang
cerita dongeng legenda malin kundang
Orang-orang yang meilhatnya ikut terpana dan kemudian pulang ke rumah masing-masing. Mande Rubayah pingsan dan terbaring sendiri. Ketika ia sadar, Pantai Air Manis sudah sepi. Dilihatnya kapal Malin semakin menjauh. Ia tak menyangka Malin yang dulu disayangi tega berbuat demikian. Hatinya perih dan sakit, lalu tangannya ditengadahkannya ke langit. Ia kemudian berdoa dengan hatinya yang pilu, “Ya, Tuhan, kalau memang dia bukan anakku, aku maafhan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang dia benar anakku yang bernama Malin Kundang, aku mohon keadilanmu, Ya Tuhan!” ucapnya pilu sambil menangis. Tak lama kemudian cuaca di tengah laut yang tadinya cerah, mendadak berubah menjadi gelap. Hujan tiba-tiba turun dengan teramat lebatnya. Tiba-tiba datanglah badai besar, menghantam kapal Malin Kundang. Laiu sambaran petir yang menggelegar. Saat itu juga kapal hancur berkeping- keping. Kemudian terbawa ombak hingga ke pantai.
Esoknya saat matahari pagi muncul di ufuk timur, badai telah reda. Di kaki bukit terlihat kepingan kapal yang telah menjadi batu. Itulah kapal Malin Kundang! Tampak sebongkah batu yang menyerupai tubuh manusia. Itulah tubuh Malin Kundang anak durhaka yang kena kutuk ibunya menjadi batu karena telah durhaka. Disela-sela batu itu berenang-renang ikan teri, ikan belanak, dan ikan tengiri. Konon, ikan itu berasal dari serpihan tubuh sang istri yang terus mencari Malin Kundang.
Sampai sekarang jika ada ombak besar menghantam batu-batu yang mirip kapal dan manusia itu, terdengar bunyi seperti lolongan jeritan manusia, terkadang bunyinya seperti orang meratap menyesali diri, “Ampun, Bu…! Ampuun!” konon itulah suara si Malin Kundang, anak yang durhaka pada ibunya.
Pesan moral dari Cerita Dongeng Malin Kundang (Cerita Rakyat SumBar) adalah Hormatilah ibumu dan jangan perna mendurhakainya.

Senin, 11 September 2017

maafkan aku bu...



  Kisah Kebohongan Ibu yang Membuat Kita Menangis 


PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.


Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan. Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata : ”Makanlah nak ibu tak lapar.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA


Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan watu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi. Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.


Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.


Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : “Minumlah nak, ibu tak haus!!”

PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.


Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu. Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : “Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM.


Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : “Jangan susah-susah, ibu ada uang.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.


Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; “Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang.

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN .


Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : “Jangan menangis nak, ibu tak sakit.”


Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali.

Anda beruntung karena masih mempunyai ibu dan ayah. Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau ibu anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, ‘Ibu,saya sayang ibu.’ Tapi tidak saya, hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu…..

Senin, 04 September 2017

Materi TIK kelas xi semester 1


BAB 1: MENGENAL DAN MENGGUNAKAN INTERNET
A.MENGENAL INTERNET
          Internet berasal dari istilah interconnection networking.Internet merupakan hubungan berbagai jenis computer sehingga terbentuk jaringan computer global yang berkomunikasi menggunakan jalur telekomunikasi seperti telepon,radio link,dan satelit.
1. JARINGAN KOMPUTER
          Jaringan computer adalah sekumpulan computer yang saling terhubung.Secara umum,jaringan computer di golongkan menjadi jaringan kabel (wireline) dan jaringan tampa kabel (wireless).Berdasarkan wilayah kerja jaringan di kenal dengan istilah LAN,MAN,dan WAN.
A. LAN (Local Area Network) adalah jaringan yang terdapat dalam sebuah gedung atau perkantoran.
B.MAN (Metropolitan Area Network) adalah jaringan LAN dalam versi lebih besar.MAN di gunakan untuk menghubungkan sejumlah computer yang terdapat pada beberapa kantor yang letaknya berdekatan.
C.WAN (Wide Area Network) adalah jaringan computer yang mencakup area yang sangat luas.

3.PENGALAMATAN DI INTERNET
            Pengalamatan internet menggunakan 3 metode yaitu:alamat protocol internet (IP Address), Domain Name System (DNS), dan alamat e-mail.
B.PERANGKAT KERAS UNTUK KEPERLUAN AKSES INTERNET
           Aneka sarana yang diperlukan agar dapat mengakses internet yaitu:
1.Peralatan Pokok,terdiri dari ;computer,kartujaringan,modem,dan saluran telepon.
2.Peralatan Pendukung,terdiri dari;Hub/Switch,Repeater,Router,dan Wajanbolic E-Goen.
BAB II.MENGGUNAKAN WEB BROWSER
a.Lebih jauh mengenal web browser
          Web browser adalah perangkat lunak atau software yang di gunakan untuk membuka halaman web.
1.Macam-Macam Web Browser
          Web browser memiliki beberapa macam jenis yaitu:
a. Internet Explorer
b. Mozilla Firefox
c. Opera
d. Google
e. Apple safari
2.Membuka Web Browser
           Langkah-langkah dalam membuka web browser menggunakan internet explorer versi 6.0 adaah
a. klk tombol start
b.Pilih All Programs,kemudian cari dan pilihlah Internet Explorer.
3. Menutup Web Browser
           Seperti program aplikasi yang lain,Internet explorer dapat anda tutup dengan menggunakan tombol close.
          Tetapi selain itu,anda dapat pula menggunakan langkah sebagai berikut:
a. klik menu file.
b. klik submenu close.
B.Mengoperasikan web browser
1.Membuka Situs
           Jika anda benar-benar mengetahui alamat suatu situs,bukalah situs tersebut dengan cara berikut:
a.ketiklah alamat situs pada address bar,misalnya www.depdiknas.go.id.
b.tekan tombol Enter. Komputer anda akan menampilkan alamat situs depdiknas.
2.Mencari Situs
          Langkah-langkah mencari situs yaitu:
a. Bukalah mesin pencari,misalnya Google.Caranya,pada address bar ketikan www.google.co.id (google versi bahasa Indonesia) atau www.google.com (google versi bahasa inggris).Kemudian masukkan kata/kalimat yang anda ingin cari dan lanjutkan dengan menekan tombol Enter pada keyboard.
b. Beberapa saat kemudian computer akan menampilkan berbagai pilihan.Cari dan pilihlah situs yang anda inginkan.Komputer akan menampilkan situs sesuai dengan alamat yang di pilih.
c.Jika situs ini belum sesuai dengan keinginan anda,tekan tombol Back.Komputer akan menampilkan daftar pilihan situs kembali.
3.Membuka Window
a.Membuka window baru
           Misalkan anda telah membuka satu halaman web.Akan tetapi,anda ingin membuka satu lagi halaman web.Cara yang dapat anda lakukan yaitu:
1.klik menu file
2.klik submenu New,lanjutkan dengan Window.
3.Halaman baru akan anda peroleh.
b.Membuka link menggunakan window baru
            Cara yang dapat anda lakukan yaitu:
1. Lakukan klik kanan pada link yang sesuai
2.pilihlah pilihan Open in New Window
3.Sesaat kemudian computer akan menampilkan halaman baru yang memuat situs sesuai situs yang di hubungkan oleh link.
4.menggunakan fasilitas penyimpanan alamat situs (favorites)
              Langkah-langkah penggunaan favorites dapat anda simak sebagai berikut:
a. Bukalah web yang anda inginkan
b. Klik menu favorites,kemudian pilih submenu Add to Favorites
c. Sesaat kemudian computer akan menampilkan kotak dialog Add Favorites.Klik tombol Create in untuk memasukkan situs pada folder yang anda inginkan.
d. Klik New folder untuk membuat folder.Pada kotak dialog create New Folder yang muncul,isikan nama folder,lanjutkan dengan mengklik tombol OK.
e. Klik OK pada kotak dialog Add Favorite
f. Untuk melihat hasil penyimpanan,klik menu Favorite,kemudian telusurilah submenu yang sesuai.Submenu ini sesuai dengan nama folder yang anda buat sebagai penyimpanan situs.
c.menggunakan fasilitas dalam web browser
1.menyimpan teks penggunaan fasilitas copy paste
                 Cara menyimpan teks dengan langkah-laangkah berikut:
a. Bukalah situs sesuai keinginan anda
b. Seleksilah teks yang anda inginkan kemudian tekan tombol ctrl+C (langkah untuk menyalin).
c. Bukalah program aplikasi pengolah teks.dan kemudian simpanlah dokumen ini sesuai keinginan anda.
2.menyimpan halaman web
                Langkah-langkah menyimpan halaman web sebagai berikut:
a. Bukalah halaman web yang ingin anda simpan
b. Bukalah menu file kemudian klik save as
c. Jika ingin menyimpan halaman web beserta file-file pendukungnya,simpanlah halaman web dalam format web pag,complete.Jika anda memilih web archive,single file,halaman web akan tersimpan beserta gambar tetapi tidak disertai file-file pendukung.
d. Jika anda ingin membuka kembali halaman web yang telah anda simpan,lakukan klik pada file jenis html.
3.mencetak halaman web
                 Langkah-langkah untuk mencetak halaman web sebagai berikut:
a. Bukalah web yang anda inginkan
b. untuk melihat tampilan cetak buka menu file dan pilih submenu print preview.Klik close untuk keluar dari tampilan cetak.
c. Buka menu file dan pilih submenu print untuk mencetak halaman web.
d.Klik tombol print untuk mulai mencetak halaman web.

Senin, 28 Agustus 2017

untukmu ibu

Terima Kasih Ibu
Ibu ....
Engkaulah wanita yang terindah yang pernah ku punya
Engkaulah jiwa dan ragaku
Engkaulah sosok wanita idola yang datang untuku
Kata-katamu sungguh lembut dibandingkan ayah
Tak pantas aku menyakiti hatimu yang begitu tulus menyayangiku
Setiap hari kau selalu mendoakn anak-anakmu
Engkau tak pernah marah jika anakmu nakal
Engkau selalu sabar dalam mendidik kami

Kasih ibu sepanjang masa
Hanya memberi tak hanya kembali
Aku berjanji tak akan membuatmu menangis
Aku ingin membuatmu selalu Tersenyum
Terima kasih ibu atas segalanya
Aku sangat menyayangimu.

untuk 17 maret 2018

dalam lelap tidurmu,masihkah kau sering menginginkan aku hadir dalam mimpimu?  ataukah,bahkan dalam mimpi pun kau tak ingin bertegur sapa...